h1

Elpiji 3 Kilogram Nggebros, Pasutri Luka Parah

January 7, 2010

Kediri – Malang menimpa Purwadi (56) dan Lamini (53), pasangan suami istri (pasutri) asal Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Gara-gara elpiji ukuran 3 kilogram di rumahnya nggebros, keduanya mengalami luka parah serius di sekujur tubuhnya.

Kemalangan korban terjadi pada Minggu (29/11/2009) sekitar pukul 07.30 WIB. Lamini yang hendak memasak mendapati aroma busuk di dapur rumahnya. Merasa khawatir dia mencoba melihat tabung elpiji ukuran 3 kilogram dan mendapati adanya kebocoran.

Dia lantas memanggil suaminya yang tengah asyik menonton televisi untuk memintanya memperbaiki kebocoran pada elpiji. Namun sayang, suaminya menolak dan menjanjikan memperbaiki elpiji setelah acara televisi yang dilihat selesai. Merasa tak sabar, Lamini lantas mencoba memperbaiki sendiri kebocoran elpiji dengan mengutak-atik bagian kompor dan tanpa disangkanya api langsung menyambar dan membakar sekujur tubuhnya.

Tak pelak dia langsung berteriak minta tolong. Purwadi yang tengah asyik menonton televisi langsung berusaha menolong istrinya dengan alat seadanya. Namun usaha tersebut sia-sia dan dia justru ikut tersambar api. Api baru dapat dipadamkan setelah sejumlah tetangga datang dan mengguyur tabung elpiji yang meledak.

Akibat kejadian tersebut, Lamini mengalami luka bakar di kedua kaki dan tangannya, sebagian perut dan hampir seluruh bagian wajahnya. Saat ini dia tengah menjalani perawatan intensiv di RS Bhayangkara Kota Kediri. Sementara Purwadi mengalami luka bakar di kedua kaki serta tangannya, namun tidak menjalani perawatan di rumah sakit dengan alasan keterbatasan biaya.

“Saya di rumah saja. Kalau dua-duanya ke rumah sakit, nggak ada biaya mas, lha wong pekerjaan saya cuman makelar penumpang, ibunya pembantu, mau duit dari mana untuk biaya di rumah sakit,” ungkap Purwadi ditemui wartawan di rumahnya.

Dalam keterangannya Purwadi mengaku menyesal tidak memenuhi permintaan memperbaiki elpiji dan hanya menjanjikannya. “Dia sebenarnya sudah saya minta sabar, tapi ya sifatnya memang begitu, grusa-grusu. Tapi saya akui memang salah, mungkin kalau tadi saya langsung perbaiki kejadiannya nggak akan seperti ini,” ungkapnya.

Terpisah Humas RS Bhayangkara Emi Pujiharti, dikonfirmasi mengenai kondisi Lamini mengaku belum banyak mengetahui, karena belum mendapatkan laporan dari dokter yang merawat. Meski demikian, dia berkomitmen untuk secepatnya memulihkan korban tanpa melihat kondisi perekonomiannya.

“Yang penting korban selamat dulu dan bisa secepatnya pulih. Soal biaya, sudah menjadi tradisi kami memikirkan belakangan dan kami yakin pasti akan ada solusi terbaik,” ujar Emi melalui telepon selulernya.

Sumber: http://www.detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: