h1

10% Konsumen Migrasi ke Elpiji 3 Kg

June 1, 2010

Surabaya- Sejak Pertamina merencanakan menaikkan harga elpiji non subsidi, 5%-10% pengguna elpiji 12 kg mulai berpindah ke elpiji 3 kg. Data tersebut diperoleh dari hasil survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

“Untuk pengguna kemasan 50 kg juga banyak yang berpindah kepada 12 kg walaupun datanya tidak banyak seperti 12 kg. Kebanyakan yang berpindah adalah pengguna rumah tangga,” kata  Anggota YLKI Tulus Abadi, Selasa (18/5).

Menurut Tulus, meski menaikkan harga elpiji non subsidi merupakan hal Pertamina, namun peningkatan harga tersebut hendaknya dilakukan dengan cermat. Pasalnya, selain elpiji, sejumlah tarif lain akan naik, yaitu Tarif Dasar Listrik (TDL), jalan tol dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. “Tentunya daya beli masyarakat akan semakin rendah karena respon masyarakat terhadap kenaikan itu cukup besar. Selain itu juga kepada inflansi, makanya pemerintah harus dengan benar-benar memperhatikan ini,” katanya.

Secara terpisah pengamat perminyakan, Kurtubi menegaskan bila perhitungan harga elpiji tak adil dan transparan. Klaim bahwa Pertamina selalu merugi dalam penjualan elpiji 12 kg selama ini dianggap sebagai perhitungan yang salah karena didasarkan pada harga gas internasional atau Contract Price Aramco (CPA) dan bukan didasarkan pada harga lokal. “Perhitungan rugi berdasar atas harga internasional baru tepat bila gas yang dijual Pertamina selama ini 100% didapat dari impor. Padahal kenyataannya gas elpiji yang berasal dari impor itu hanya 20% saja. Sedangkan 80% kita dapat dari pasokan lokal,” ujarnya. Dengan komposisi tersebut, sangat janggal bila Pertamina mendasarkan perhitngan rugi-labanya pada harga internasional.

Harusnya pemerintah dapat mendesak Pertamina untuk terlebih dulu mengumumkan biaya pokok yang dikeluarkannya untuk produksi elpiji 12 kg. “Dari besaran biaya pokok tersebut baru semua orang bisa menyimpulkan sendiri apakah Pertamina merugi atau tidak dan harga perlu dinaikkan atau tidak. Jangan seperti sekarang, selalu bilang rugi tapi perhitungannya hanya berdasar klai sepihak Pertamina saja,” jelasnya.

Dengan adanya biaya pokok tersebut, diprediski bisa jadi harga elpiji 12 kg tidak lagi perlu dinaikkan, namun justru perlu diturunkan. Pasalnya komponen biaya pokok untuk gas dari pasokan lokal jauh lebih murah dibanding dengan harga internasional. “Kita tidak pernah tahu jangan-jangan biaya pokok gas selama ini jauh di bawah harga jual yang dipatok Pertamina. Kalau rangenya terlalu tinggi ya harus diturunkan,” tukasnya.

Dalam perhitungan biaya pokok gas yang adil tersebut, Kurtubi menekankan perlunya juga pemerintah untuk menunjukkan political willnya terhadap kepentingan masyarakat. Hal ini terkait sikap yang berbeda antara kebijakan pemerintah terkait gas untuk asing dan gas untuk konsumsi dalam negeri. “Pasokan gas di Tangguh, Jayapura sana selama ini dibeli oleh China dengan tarif flat selama 25 tahun. China tidak mau membeli gas di sana sesuai dengan fluktuasi harga dunia. Dan pemerintah menyetujui itu. Kini giliran masyarakat yang ingin beli dengan harga flat, kenapa pemerintah ribut dengan harga dunia,” keluhnya.

Sementara, Ketua Umum Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Erie Purnomohadimengatakan Pertamina(Persero) lebih baik menagih dulu piutang-piutangnya yang selama ini tersangkut di beberapa BUMN lain. Salah satunya adalah PT PLN (Persero). “Kalau Pertamina mau menagih utang-utang tersebut, saya pikir kenaikan harga elpiji 12 kg belum perlu dilakukan,” ujarnya.

Piutang Pertamina yang tersangkut di PLN, menurutnya mencapai angka Rp 20 triliun. Belum lagi piutang-piutang lain di berbagai BUMN lain, seperti Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, TNI, dan TPPI. Jika utang-utang ini telah terbayar, Erie meyakini keuangan Pertamina bisa lebih membaik sehingga kenaikan harga elpiji 12 kg untuk sementara waktu tidak diperlukan. ”Tidak usah bayar penuh. Bayar 20% saja itu sudah sangat membantu. Yang pasti perlu ada niat baik antar BUMN untuk itu,” tegasnya.tsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: