h1

Pengguna Elpiji Tiga Kilogram Mendapat Asuransi

June 1, 2010

pertaminaJakarta, Kompas – PT Pertamina memberikan asuransi kepada masyarakat penerima program konversi minyak tanah ke elpiji. Pengguna tabung elpiji bersubsidi kemasan 3 kilogram tersebut akan mendapat asuransi bila terjadi kecelakaan akibat penggunaan elpiji bersubsidi itu.

Menurut Vice President Komunikasi PT Pertamina Basuki Trikora, akhir pekan lalu di Jakarta, program asuransi ini diterapkan bersamaan dengan pembagian tabung elpiji 3 kilogram. Mekanisme ini sama dengan yang diterapkan oleh sebagian industri barang dan jasa.

Asuransi, kata Basuki Trikora, diberikan kepada korban yang termasuk dalam program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram. Asuransi juga diberikan atas dampak kecelakaan diri atau harta benda yang disebabkan oleh kecelakaan yang diderita penerima program.

”Hal itu dibuktikan dengan adanya kartu cacah atau surat pernyataan resmi dari manajer wilayah Pertamina setempat,” ujar Basuki Trikora.

Penyediaan asuransi untuk pengguna tabung elpiji 3 kilogram dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan PT Tugu Pratama Indonesia. Tugu Pratama Indonesia adalah anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang asuransi.

”Meski telah ada mekanisme asuransi, kami berharap semua pihak tetap memakai bahan bakar elpiji sesuai dengan prosedur keselamatan. Ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan,” ujar dia.

Polis asuransi yang menanggung kerugian itu bersifat reimburseable basis. Jadi, kata Basuki Trikora, pihak tertanggung, yaitu Pertamina, harus lebih dulu melaksanakan semua pembayaran berdasarkan persetujuan dari pihak penanggung.

Adapun prosedur pergantian kerugian harus disertai bukti-bukti dokumen kerugian, yang mengacu pada sistem dan prosedur klaim penyelesaian konversi elpiji.

Prosedur klaim

Sistem dan prosedur klaim adalah Pertamina menerima laporan terjadinya kecelakaan elpiji dan melaporkan kepada pihak asuransi. Selanjutnya, pihak asuransi melakukan verifikasi untuk menentukan apakah kecelakaan itu masuk dalam obyek yang diasuransikan, yaitu bagian dari program konversi.

Laporan yang diverifikasi antara lain tanggal dan lokasi kejadian, gambaran kejadian dan obyek rusak, perkiraan kerugian, serta cedera badan.

Jika klaim properti berpotensi meluas, ada pihak ahli yang ditunjuk untuk melakukan verifikasi. Setelah verifikasi selesai dan hasilnya memenuhi syarat, pihak asuransi akan melanjutkan proses itu.

Proses selanjutnya adalah Pertamina memerintahkan pembayaran kepada penerima (korban kecelakaan) yang memenuhi dokumen, seperti tagihan rumah sakit dan surat pembebasan tuntutan dari korban ke Pertamina. Waktu pembayaran empat hari setelah kelengkapan dokumen diterima.

Secara terpisah, Sekretaris Korporat PT Pertamina Toharso sebelumnya menjelaskan, Pertamina menanggung biaya perawatan, asuransi korban yang meninggal atau mengalami cacat dengan nilai maksimal Rp 50 juta.

Adapun korban yang membutuhkan perawatan akan mendapat asuransi dengan nilai maksimal Rp 25 juta. Pertamina juga akan memberi santunan jika ada aset yang rusak akibat kecelakaan tersebut. (EVY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: