h1

Elpiji Ngowos, Penjual Tempura Hangus Terbakar

August 15, 2010

Elpiji 3 kg betul-betul menjadi bom waktu bagi masyarakat. Hari Jumat (23/7/2010) ini, elpiji 3 kg kembali beraksi. Iswandi (54), warga RT 05 RW 02 No 14 Gang 10 Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang sekujur tubuhnya terbakar akibat elpiji miliknya ngowos, usai menggoreng tempura yang akan dijualnya.

Kejadian tersebut menimpa suami Tisni (42) itu pada pukul 09.00 WIB. Dari cerita Tisni, istri korban, saat kejadian dirinya tidak ada di rumah. “Saya sedang pergi ke pasar belanja mas. Suami saya di rumah ngoreng Tempura yang akan dijual ke anak-anak sekolah disini,” katanya sembari menangis melihat kondisi suaminya.

Dari cerita Tisni, saat dirinya berangkat belanja ke pasar di Kota Malang, suaminya yang menggantikan untuk menggoreng tempura yang akan dijual. “Setelah selesai menggoreng katanya suami saya lupa tidak mematikan kompornya. Di atas kompor, masih ada wajan berisi minyak goreng sisa menggoreng tempura itu,” ceritanya.

Setelah Iswandi sibuk melayani para pembeli di toko peracangan depan rumahnya, tiba-tiba wajan yang ada minyak gorengnya terbakar. “Lalu suami saya buru-buru mengangkat wajan itu. Setelah wajan diangkat dari atas kompor, tiba-tiba dari regulator elpiji dan kompor ngowos langsung menyambar tubuh suami saya,” katanya.

Api langsung membakar tubuh dan Iswandi langsung berteriak dan warga sekitar langsung mendatangi rumah Iswandi. “Sekujur tubuhnya terbakar. Warga yang memadamkan apinya untungnya tidak sampai meledak dan rumahnya terbakar. Kebetulan di pinggir jalan banyak warga dan di depan rumah korban banyak orang yang beli-beli,” kata Hambali (70), tetangganya.

Beberapa menit setelah kejadian, Iswandi langsung dilarikan ke Puskesmas di daerah setempat. “Kami langsung membawa korban ke Puskesamas. Mau di bawa ke RS Saiful Anwar tidak ada uang. Maklum korban hanya penjual tempura,” katanya.

Kembali menurut Tisni, elpiji yang membawa musibah itu, regulator baru dibelinya di Kota Malang. “Baru tiga hari regulatornya saya beli,” katanya.

Ditanya apa ber SNI? Tisni menjawab tidak tahu. “Saya tidak ngerti apa ber-SNI apa tidak. Yang penting saya beli. Karena saya tidak tahu yang harus dibeli itu harus ber-SNI,” katanya.

Dengan musibah yang menimpa suaminya tersebut, Tisni mengaku takut memakai elpiji lagi. “Saya sudah kapok mas. Saya mau pakai kompor minyak tanah saja,” katanya. [beritajatim]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: